Search This Blog

Wednesday, June 14, 2017

Air Terjun 7 Bidadari, Keindahan Yang Tersembunyi

air terjun tujuh bidadari



Wisata air terjun tujuh bidadari, yah.. Salah tujuan utama wisatawan lokal saat ini. Air terjun tersembunyi yang mulai populer sejak awal tahun 2015 ini membuat rasa penasaran saya. Saya dan tim mencoba memperoleh informasi lebih lanjut mengenai air terjun tersebut, dengan mengunjungi situs google dan sempat juga bertanya-tanya kepada rekan-rekan yang sudah pernah kesana. Setelah memperoleh informasi yang kami rasa sudah lumayan memadai kami memutuskan untuk menelusuri tempat tersembunyi itu.


Pagi itu, saya berangkat dari rumah dan singgah di simpang Keude Cot Matahe, Jalan Line Pipa, Kab. Aceh Utara sembari menunggu rekan-rekan yang lainnya. Maklum kami berangkat dari titik yang berbeda-beda ada yang dari arah Lhoksukon dan ada juga yang dari arah Kota Lhokseumawe. Setelah semuanya berkumpul dan membeli seluruh kebutuhan logistik, seperti Sarden (kami memilih makanan siap saji karena lebih mudah dan cepat), dan beras kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Mbang, Geureudong pasee, Aceh. Beruntung jalan yang kami lewati masih terbilang mulus dan rapi dengan tatanan aspal padat, sepanjang perjalanan kami melewati perkebunan dan perumahan penduduk setempat.
Sesampainya di Simpang Empat keudeu Mbang, kami harus berbelok ke arah kanan, iya itu adalah salah satu jalan untuk menuju air terjun. Mata saya mulai tercengang, bagaimana tidak kali ini kami harus melewati jalan dengan bebatuan kerikil tanpa aspal, na as bahaya bocor atau kempes sewaktu-waktu bisa saja menimpa kami. Setelah melewati jarak 10 Km dari Keude Mbang kali ini jalan yang kami lewati semakin parah, bebatuan besar, tanjakan dan turunan yang begitu juram. Tidak hanya itu saja setelah selesai dari rintangan pertama, kali ini kami harus melewati arus sungai untuk menyeberang dan didepan jalan yang licin serta bertanjakan siap menyambut kami.
Sepanjang perjalanan kami disungguh dengan pemandangan begitu indah dikiri kanan nampak perbukitan berjejeran rapi menghiasi indra penglihatan kami. Setelah melewati perjalanan yang begitu cukup jauh (3 Jam dari Keude Cot Matahe) akhirnya kami sampai dipos pemungutan tiket masuk dan parkir, kami cukup membayar Rp20.000/Kereta. Ternyata tempat ini sudah mulai dikelola oleh masyarakat setempat. Dari pos tersebut kami melanjutkan perjalanan menuju tempat parkir kali ini kami harus melewati jalan licin dan sempit. Yahh, akhirnya kami telah tiba dipos parkir. Setelah beristirahat, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kali ini kami harus berjalan kaki menelusuri jalan setapak. Hanya berjarak 2,5 Km dari pos parkir kali kami harus behadapan dengan arus sungai, yahh ... Menyebrang itulah pilihannya. Namun, lumayan arus sungai yang tak begitu deras tak membuat kami bimbang

air terjun tujuh bidadari lhokseumawe

Tidak hanya itu saja didepan tanjakan bukit tinggi siap untuk didaki. Selama perjalanan dikiri kanan hanya terlihat pepohonan yang begitu besar menjulang tinggi selayaknya hutan rimba, kami harus melewati jalan yang begitu licin ditambah lagi 2 sungai yang telah kami lewati. Ini belum berakhir karena kami harus melewati 1 sungai lagi, kali ini kami harus melewati arus sungai yang terbilang begitu cukup deras kami memutuskan untuk menggunakan kayu sebagai penyangga. Dari seberang sungai terdengar suara gemercik air seiramana begitu indah, yahh..Petanda kami hampir sampai.

Sesampainya di lokasi, Subhanallah... Maha Besar Allah, sungguh menakjubkan welcome to water fly seven angel.. Dari jauh mulai terlihat derasan cucuran air yang begitu indah, wooww airnya begitu dingin bagaikan minuman dilemari es. Sepanjang aliran air terjun terlihat tanah yang begitu keras bagaikan pasir bercampur semen padat dimana setiap tanah terlihat celah aliran yang membentuk garis-garis lurus kecil. Tidak hanya itu saja pesonanya semakin memukau dikarenakan air terjun ini memiliki tujuh tingkat aliran yang setiap tingkatnya berjarak 10-15 meter dengan ketinggian 1-2 meter bahkan di tingkat pertama tingginya mencapai 10 meter dengan aliran air yang begitu deras membuat suara gemercik ditengah-tengah hutan rimba begitu indah ditelinga. Sepanjang aliran air terjun ditumbuhi pepohonan yang begitu besar menjulang tinggi ke atas,  wooww fantastic this is the best moment.
Berikut saya gambarkan lebih ringkasnya mengenai profil Air Terjun Tujuh Bidadari :
Lokasi : Hutan Rimba Geureudong Pasee, Aceh Utara, Aceh.
Transportasi : Anda bisa menggunakan seluruh jenis sepeda motor anda. Sedangkan untuk mobil sebaiknya gunakan mobil jenis jeep, ooff road dan sejenisnya.
Jarak Tempuh : Lebih Kurang 6 Jam. 1 jam melewati jalan aspal, 2 jam melewati jalan bebatuan besar, licin, turunan, dan tanjakan, serta 3 jam berjalan kaki melewati perbukitan.
Rintangan : Jalan berbatuan besar, licin, 3 kali menyeberangi sungai dengan luas dan arus yang berbeda-beda, dakian, tanjakan, turunan, dan juram.
Penginapan : Terdapat tempat sewa tenda yang terbuat dari terpal tanpa dinding samping dengan ukuran 2×5 muat untuk 10 orang. Namun, sebaiknya anda membawa tenda.
Logistik : Seluruh keperluan makanan anda harus terlebih dahulu disiapkan karena disana tidak terdapat satupun kios, terkecuali air, untuk yang satu ini anda tak perlu khawatir.
Keamanan : Anda tidak perlu khawatir terhadap sepeda motor yang anda pakirkan, kemanan dijamin.