Search This Blog

Friday, July 28, 2017

Ini Dia WTF Versi Aceh Yang Perlu Kamu Ketahui


Hello Rakan Traveler, Kali ini kita bakalan bahas sesuatu yang berbeda, yah sangat berbeda, kita bakalan bicarain salah satu hal yang menjadi kebiasaan dalam tatanan hidup dan perkembangan bahasa masyarakat Aceh.

"Pap Ma Keuh Aneuk Paleh Kah.” Kalimat ini diucapkan seseorang kepada sahabatnya saat bersua di terminal Batoh. Ada satu hal menarik dibicarakan jika kita membaca kalimat itu, yaitu penggunaan kata pap ma kah. Kata ini merupakan salah satu kata makian.

Kata makian salah satu bentuk sumpah serapah berisi kata-kata keji (kotor, kasar), diucapkan karena marah, jengkel, atau senang. Contoh kata makian: kajak u bui jak, waba kareuh, waba puta, ék leumo, lagèe ulèe kamèng teutet, aneuk glanteu tak, jak lét ma keudéh, aneuk bajeung, aneuk asèe paléh, aneuk eungkong, hajam, jak geulét ku.


Makian itu digunakan oleh anak-anak sampai dengan orang tua untuk meluapkan rasa benci, jengkel, senang, dan kagum. Sebagian orang tua yang marah kepada anaknya, karena perilaku si anak yang tidak baik, akan menggunakan kata makian, seperti Bit-bit kah aneuk asèe paléh. Bukan hanya itu, terkadang sebagian orang tua secara tak sadar juga memaki anaknya menggunakan kata aneuk eungkong.

Begitu pula untuk mengungkapkan rasa senang atau kagum, kata-kata makian “laris manis” bagi sebagian orang. Kata makian yang umumnya digunakan oleh sebagian orang untuk mengungkapkan kekaguman adalah ‘ok mi atau ‘ok mè, misalnya ‘Ok mijih, caröng that si Gam Bakông nyan.
Sebagian kata makian itu tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, misalnya kata aneuk glanteu takjak lét ma keudéh. Kata ini tidak dapat diterjemahkan menjadi anak disambar petir, pergi kejar ibu kamu sana. Memang terjemahan ini dapat dimengerti, tetapi bukan lagi makian karena berbedanya nuansa makna antara bahasa Aceh dan Indonesia.

Memang saat mengucapkan kata makian itu ada kepuasaan batin tersendiri. Namun, kita sangat dianjurkan tidak menggunakan kata-kata itu dalam kehidupan sehari-hari. Ini karena ketabuannya dalam masyarakat dan menjadi tolok ukur akhlak seseorang.
Acapkali kata makian menjadi bumerang bagi yang mengucapkannya. Orang tua yang memaki anaknya menggunakan kata aneuk eungkong, sebenarnya telah menyebutkan diri mereka sendiri sebagai eungkong karena anaknya mereka sebut eungkong. Begitu pula ketika orang tua memaki anaknya menggunakan kata asèe paléh. Sudah pasti orang tuanya juga asèe paléh karena si anak yang mereka sebut asèe paléh adalah anaknya.

Jadi,Rakan Traveler, mari berusaha bertutur kata sopan tanpa menggunakan kata-kata makian.